Informasi Buku
Penulis: Cindy Jessica
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2022
Blurb Buku
Amanda punya indra keenam. Kelihatannya keren ya? Kenyataannya, keluarga Amanda sempat khawatir dia bakal cap aneh sama orang lain. Mereka berusaha supaya nggak ada yang tahu tentang kemampuan Amanda yang sering dapat penglihatan tak terduga. Apalagi, penglihatan itu selalu tentang orang lain, nggak satupun tentang Amanda sendiri.
Saat baru saja naik kelas XII, Amanda mulai mengenal Utha. Hidupnya jadi kayak permen asam manis. Cowok paling resek itu bikin Amanda mengalami banyak hal konyol. Mulai dari balas dendam ke mantan pacar yang selingkuh, dikejar Raden Inu Kertapati abal-abal, sampai ditangkap satpam bank gara-gara kelamaan mengadem di ATM.
Pelan-pelan, Amanda menyadari bahwa dia menyukai Utha. Lalu tiba-tiba muncul penglihatan tentang masa depannya bersama Wira. Aduh, nggak mungkin kan dia menikah dengan pamannya utang yang ganteng selangit itu?
Review/Ulasan Buku
Bagaimana perasaanmu ketika kamu bisa melihat masa depan orang lain?
Novel ini bercerita tentang Amanda, seorang cewek yang punya indra keenam, yaitu bisa melihat masa depan orang lain. Selain itu, Amanda juga diceritakan bisa mendengar suara batin orang lain di bagian tertentu dalam cerita ini.
Amanda dipertemukan dengan Utha pada sebuah kejadian tidak terduga. Siapa sangka mereka akan dipertemukan karena sosok genderuwo. Utha adalah saudara sepupu teman karib Amanda yang bernama Tami. Utha dinilai sebagai cowok menyebalkan dan iseng terutama terhadap Amanda. Saking isengnya, jika bersama Utha, Amanda akan mengalami banyak kejadian konyol.
Bagian paling memorable di cerita ini adalah ketika Amanda dikejar Raden Inu Kertapati abal-abal. Ulah Utha yang bercanda menunjuk Amanda pada orang gila yang mengaku sedang mencari pujaan hatinya.
Utha juga membantu Amanda membalaskan dendamnya pada mantan pacar yang diam-diam mendua ke lain hati.
Saya memberi tag line love hate relationship untuk cerita ini, karena lambat laun tumbuh benih-benih cinta antara Amanda dan Utha. Utha memang menyebalkan, tapi peduli pada Amanda. Utha ada ketika Amanda butuh bantuan, bahkan dikali pertama mereka bertemu. Rasa sayang tumbuh ketika sudah nyaman dan sering bersua. Itulah mereka.
Namun, entah ini bisa dibilang kesialan atau justru sebaliknya, di saat Amanda mulai menyadari perasaan sukanya pada Utha, tiba-tiba ia melihat kilas bayang masa depan yang memperlihatkan ia menikah dengan duda tampan yang dikenal sebagai Om Wira, pamannya Utha. Amanda dibuat bingung. Karena penglihatan itu, pikirannya sering teralihkan pada Om Wira. Dengan spoiler masa depan itu, saya pikir Utha bisa menyandang gelar sad boy.
Sesuai klaim genre-nya, novel ini termasuk novel dengan cerita yang ringan ala-ala teenlit pada umumnya. Untuk ukuran ketebalan novelnya di era sekarang tergolong tipis, karena novel di luar sana rata-rata tebal melebihi 300 halaman, terlebih lagi novel remaja. Jadi gak butuh waktu banyak buat bacanya. Buat kamu yang suka baca cerita uwu (menggemaskan) dengan bonus candaan ringan, novel ini bisa jadi pilihan kamu.




Posting Komentar