Halo. Setelah sekian lama ya akhirnya nulis blog lagi. Udah berapa abad nih, berdebu banget, uhuk uhuk.
Tercatat sudah 2022. Produk literasi semakin banyak, tapi kok sepertinya minatnya masih kurang ya? Baik itu membaca maupun menulis. Itulah yang saya pikirkan sampai saat ini. Berdasarkan pengalaman saya, dalam satu rombongan belajar, peserta yang memiliki minat terhadap literasi sedikit sekali. Katakan saja dalam 100 orang hanya ada 1 atau 2 yang berminat. Entah kemungkinan karena kurangnya apresiasi sehingga sedikit anak yang mau memperlihatkan kemampuannya.
Oleh sebab itulah, pada tahun 2021 kemarin, saya mencoba memancing minat dan bakat beberapa rombongan belajar yang pernah saya bimbing. Saya membentuk sebuah program, yaitu Festival Menulis Cerpen.
Saat ide itu terbentuk, saya mulai riset, bertanya soal minat dan bakat peserta didik kepada guru sekaligus pembimbing saya saat itu. Beliau sendiri juga sedikit kesulitan memastikan minat dan bakat mereka, karena keadaan pandemi yang sudah dua tahun memisahkan mereka dengan para pendidik. Akan tetapi, beliau mendukung dan mempersilakan saya merealisasikan ide tersebut.
Dengan begitulah, saya dan teman-teman gencar mempromosikan event ini. Dan, benar di sana terlihat bahwa minat peserta didik sulit untuk diketahui. Sejauh pengamatan saya, mereka enggan dan menutupi minat mereka. Ada yang tampak berminat, tapi malu-malu atau tidak berani mencoba.
Karena kondisi tersebut, saya memperluas jangkauan peserta. Kemudian, berakhir dengan peserta yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Rata-rata dari mereka pada langkah pertama. Ya, inilah tujuan saya. Memotivasi dan memfasilitasi mereka yang memiliki keinginan dan berani melangkah.
(Poster Event)
(Grup Event)
Program Festival Menulis Cerpen ini menghasilkan sebuah buku kumpulan cerpen (antologi cerpen) yang bertajuk Masa SMA.
Setelah program ini selesai, saya mendapat banyak pengalaman. Pasalnya, ini program atau project pertama saya di bidang literasi. Saya cukup puas atas pengalaman berharga itu. Mendedikasikan diri dalam bidang ini benar-benar menyenangkan. Saya jadi merasakan bagaimana jadi penyelenggara event, editor, layouter, cover designer, dan sebagainya.
Saya benar-benar menanti kesempatan selanjutnya untuk mendedikasikan diri lagi dan membantu teman-teman yang memiliki keinginan untuk mencicipi dunia literasi. Dunia literasi itu adalah dunia yang menyenangkan. Literasi bisa menjadi taman bermain yang cocok untuk kita semua. Ya, semua, karena siapa pun bisa memiliki impian dan menjadi penulis.
Jadi, sudah siapkah kamu mengambil langkah?



Posting Komentar