NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

11 Contoh Puisi Berbagai Tema yang Menarik, Penuh Inspirasi dan Makna

 


(1)

Tuhan, Aku Ingin

Hujan, ada satu hal yang ingin kuketahui darinya

Dari ribuan, jutaan bahkan milyaran tetesan air hujan itu aku ingin tahu pesan yang ia bawa dan untuk siapa

Bukan berlagak detektif kemudian menginterogasi setiap tetesan air hujan

Bukan itu yang kumaksud

Hahaha, ayolah, itu terlalu lucu untuk kuperankan

Oke, oke, aku mengaku ada sepenggal alibi yang terbesit pada kalimatku sebelumnya

Aku hanya ingin tahu

Adakah kabar yang hujan bawa untukku

Mungkin dari kekasih-kekasih yang satu per satu mendahuluiku

Atau pesan dari Tuhan agar aku lebih bersabar dengan deritaku misalnya

Apa saja, aku ingin ketahui

Aku percaya aku tidak sendirian kala hujan menyapa tubuh mungilku

Tuhan, akankah Kau beri aku kesempatan untuk menemukan pesan itu?

Setidaknya itu dapat meredakan kekhawatiranku akan masa depan yang membuatku takut



(2)

00.00

Tik tik tik

Alunan nada mello menyelimuti raga mungil

Tik tok tik tok, malam begitu sunyi

Tetesan bening yang tak kalah dengan derasnya hujan malam ini

Malam menyiratkan lafaz pilu dari kalbu

Tik tik tok tik tik tok tik tik tok

Melodi jam dan hujan berkolaborasi indah

Kala pukul 00.00 bersama gadis kecil yang kehilangan senyumannya



(3)

Aku

Aku bukanlah sosok sang juru kunci surga

Tapi aku tak sanggup dalam dingin dan panasnya neraka

Berikanlah aku taubat dan ampunilah dosaku

Sesungguhnya Engkau Al-Ghaffar

Dosaku bagaikan molekul-molekul pasir

Berilah aku taubat duhai Rabb nan agung

Umurku berkurang setiap detik, menit, jam dan hari

Sedang dosaku semakin menggunung bagaimana aku menanggungnya

Rabb pemilik ampunan, terimalah taubatku



(4)

Baitullah

Adakah suara sumbang menggema

Jika aku tengah jatuh cinta pada mesjid

Karena kutahu di sanalah

orang menyebut asma sang Esa

Tiap segerombolan tubuh, kalbu, dan jiwa menyatu

Menuturkan hal yang sama

Oh, sang Pemilik jiwa

Aku benar-benar gila

pada setiap ingatan bahkan kerinduan

Akan jasad kasar rumah-Mu di bumi

Duhai cintaku aku mengerti

jalan inilah tempatku menemukan zat-Mu



(5)

Delusi luka

Degup jantung dalam dada

Menyanyikan melodi ketegaran

Sia-sia saat kisah rembulan menggebu-gebu

Senyum berkerut terpenjara dari kentara pijar yang mematri sanubari

Dunia dan perih

Sekumpulan nyawa yang ku urai dalam hembusan deru nafas

Dan kini memutar derai sajak lara

Rapuh membutir abu merona mencumbu pekat nestapa

Sungguh bangkitlah kembali asa yang sempat memudar

Tubuh goyah tersungkur penuh sayatan membungkam dari mata-mata dunia

Langkah tertatih tetap ku rengkuh

Sungguh duka bersarang disela gema langit bersaksi

Pekat delusi menyayat rona merah cinta

Dalam tawa kau hina

Ketika bibir melafalkan abjadnya dengan secercah asa membuana

Dirimu bersikukuh menegur angkuhnya sang nirmala diantara senyum kecil yang telah bertunas kokoh



(6)

Sajak Seorang Bunda

Nak, kau tahu betapa bersyukurnya Bunda

Ketika anugerah terindah

Hadir dalam kehidupan Bunda

Itu dirimu malaikat kecilku

Tangismu dikala itu

Bagaikan melodi yang menerbangkan

Jiwa menuju Nirwana

Kau hadir dengan senyuman indah

Yang mampu menjadi Asy-syifa teruntuk Bunda



(7)

Aku yang Terikat Rindu

Nak, aku adalah seorang perantau

Banyak susah yang kuhadapi

Aku ini anak rantau yang jauh dari orangtua

Aku ini perantau

Yang tuk makan saja susah

Apalagi pulang tuk melepas rindu

Nak, kau dekat dengan Ayah Ibumu

Tapi aku berbeda

Jarak memisahkan ku dengan mereka

Tuk bertemu sekejap saja berat

Nak, jangan mau jadi diriku yang haus dan lapar karena rindu

Rindu itu sepahit maja

Jangan mau jadi diriku, Nak

Aku ingin sekali memeluk Ayah Ibuku

Tapi tak kunjung sampai

Sedangkan dirimu yang dekat dengan mereka

Begitu enggan untuk sekedar menyapa dan menanyakan kabar mereka

Sejujurnya aku amat cemburu pada dirimu, Nak

Jangan pernah mau seperti diriku

Yang sesak dicekik rindu



(8)

Fiksi yang Paling Misterius

Perihal fiksi yang dinanti juga ditakuti

Kisah yang paling misterius dari kisah fiksi lainnya

Kisah fiksi yang mungkin saja akan terhenti di persimpangan

Sang pakar pun tidak akan sanggup menebak akhir kisah itu

Katanya ketika jam pasir telah kosong

Tidak ada alasan lain lagi selain pulang

Sang pengarang bahkan lupa akan kisah itu

Karena mungkin dia telah lelah dan ingin pulang kembali ke zona nyaman

Pernahkah kamu mendengar pengarang yang meninggalkan mahakaryanya?



(9)

Tangis Bidadari

Aku merasakan sebuah penyesalan yang amat sangat dengan hijab tersingkap.

Ketika lelaki yang tak halal bergelayut dalam benakku

Aku merasakan ketakutan yang begitu besar akan rasa ini

Rasa yang janggal bernamakan cinta

Tak ada senyum bahagia diwajah berhias rona malu

Yang ada adalah kegelisahan karena rasa yang salah

Yang ada ialah penderitaan yang sangat sakit

Saat aku merasakan cinta

Bukan harapan tuk bersua, tapi rasa ingin menghilang darinya

Terbesit rasa khawatir di dalam qalbuku yang teramat sangat

Hati yang mulai merindukan lelaki yang bukan mahram

Aku akan berusaha memusnahkan rasa itu bagaimana pun caranya

Bahkan kendati aku harus pergi maka hal itu akan kulakukan



(10)

Perbedaan adalah Cinta

Adanya hidup ada pula perbedaan

Pun dalam setiap hubungan pasti ada perbedaan

Tapi bukankah itulah sebab kita dekat?

Kita menjadi saling menghargai


Huruf terangkai menjadi kata pula kalimat

Kalimat ‘kan jadi cerita indah

Begitu pula dengan kita

Kita beda namun dipersatukan dengan perbedaan

Tuhan menjadikannya indah


Pelangi berbeda tapi dia elok menghiasi cakrawala

Nada pun berbeda tapi beranakkan harmoni nan ciamik

Bagaimana dengan kita?

Perbedaan diciptakan tuk warnai kehidupan

Dengan perbedaan Tuhan mengajarkan kita cinta

Dengan adanya cinta Ibu pertiwi pun ikut tersipu

Perbedaan itu cantik bukan, kawan?



(11)

Dimensi Hitam

Akh...

Teleportasi imaji ini mengutukku

Ruang hampa dalam dimensi kegelapan

Mengusik aliran darahku tanpa henti

Pengap sungguh tiada tertahankan

Tolong...

Siapapun disana bebaskan aku

Aku dibelenggu dalam pedihnya asmara

Dingin..sepi, terkurung delusi

Aku menginginkan kembali celah kehidupan yang dulu begitu tentram

Aku menginginkannya kembali

Aku jera..

Sangat jera terkurung dalam nestapa ilusimu



Posting Komentar

Posting Komentar